Apasih pandangan islam pada pacaran ???????



gene loo ...
emng bener kalo di dalam agama yang kita cintai ini pacaran tidak diperbolehkan.
Apapun alasannya...
Entah karena alasan pendekatan kek..,pacaran islami kek..,pingin tahu sifat dia gimana kek ..
dan sebagainya. (loh kok jadi banyak tokeknya see...http://www.indoforum.org/images/smilies/ym/10.gif )
qiqiqi...balik ke topik ah...! http://www.indoforum.org/images/smilies/ym/14.gif
tentu saja pelarangan ini bukan karena Alloh benci ama kita .
justru sebaliknya Alloh tuh sayang... banget ama kita .
Dia yang lebih mengetahui segala kelebihan dan kekurangan kita.
Ana kasih contoh dikit yaaaa..
buat referensi..., yang lain coba dipikir sendiri trus direnungin sendiri..http://www.indoforum.org/images/smilies/ym/3.gif

Antum dam Anti semua kan dah tau kalo pacaran tuh lebih banyak mudharotnya tinimbang manfaatnya.
bayangin ajah ..,orang bilang dan emng bener katanya kalo lagi pacaran "dunia terasa milik kita berdua say..http://www.indoforum.org/images/smilies/ym/11.gif "
tuh kan ..!
kasian ama yang lain dong...
mentang2 milik berdua, yang lainnya ngekos deh..
jadi boleh dong zah zah ajah kita2 ciuman di depan umum, berpelukan di depan umum..,remas remasan tangan di depan umum.
toh yang lain cuma ngekos... huehehe...
Kira kira menurut kalian bagus nggak budaya kayak gitu..?
Nauzubillah mindzalik kalo ada yang punya pikiran seperti itu.
apalagi bagi kaum hawa..
wahai calon penghulu para bidadari surga dimana segala kehormatan dan kebanggaanmu..?
kayakna udah terputus urat rasa malu antum dan anti sekalian deeh.
contoh lain sepasang kekasih yang jatuh cinta tentunya tak dapat melupakan kekasihnya barang 1 menit saja..
mau tidur ingat si dia..,makan inget si dia..., mau sekolah inget si dia..,
mau boker inget...(jawab ndiri ah). http://www.indoforum.org/images/smilies/ym/13.gif
tanpa kita sadari kita kebawa lo ama musrik kecil..
loh kok  bisa sih kita dikatain menyekutukan Alloh.
ya tentu saja bisa...
Islam itu agama yang Agung, dimana disitu diajarkan supaya kita menempatkan Alloh diatas segala-galanya.
tak terkecuali di dalam mencintai sesuatu.
kita harus memprioritaskan-Nya di urutan pertama.

bahkan saudara kita kaum Nasrani pun mengakuinya loo
mau bukti..?
ingat hukum kasih..? ( yang nasrani mesti ngerti deh..)
dimana disitu kita dianjurkan mencintai Alloh terlebih dahulu baru.. orang lain.
Nahh baru tau kan kalo ternyata Alloh kita sangat pencemburu....?
gimana nggak cemburu kalo panggilan sayangNya terdengar (suara Adzan maksudnya)
kita bukannya bergegas ngambil air wudhu tapi malah asyik ngliatin fotona si dia dikamar sambil mbayangin yang nggak nggak...
qiqiqi..
artinya...
ya jelas laa ternyata kita lebih mencintai si dia dibanding yang menciptakan kita http://www.indoforum.org/images/smilies/ym/10.gif.
padahal apa sih artinya kita dihadapan Dia..?

yang jelas kalo kita pacaran akan banyak sekali larangan dari Alloh yang akan kita langgar.
padahal melanggar perintah Nya adalah dosa.
seperti menatap yang bukan muhrimnya..., mengharap sesuatu yang belum pasti..., panjang angan angan, berdua2an tanpa muhrimnya
( kalo ada muhrimnya yaa jelas nggak asyik laa bagi orang pacaran) dsb.
intinya satu pacarn tu dosa dan nggak boleh.

I. Tujuan Pacaran
              
               Ada beragam tujuan orang berpacaran. Ada yang sekedar iseng, atau mencari teman bicara, atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. Dan bahkan ada juga yang memang  menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan.

Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. Banyak diantara pemuda dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata, sebab dari sisi  kedewasaan, usia, kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga, mereka  sangat belum siap.

Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa penjajakan, media perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua itu dilakukan karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Dengan tujuan itu, sebagian  norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan aktifitasnya. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena  yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.

a. Islam Mengakui Rasa Cinta
 
Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada  wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.
 
`Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik
.`(QS. Ali Imran :14).
 
Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah  penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi  kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang 
paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap  istriku`.
 
 
b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal
 
Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.
 
Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan  pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.
Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan  berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping  hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan  `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.
 
Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah  seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali.  Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi "the real man".
 
Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks.  Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya  monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen  yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi  yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan 
perbuatan yang menyerampet kesana.
 
Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu  jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene  masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah  dilanda degradasi agama.
 
c. Pacaran Bukan Cinta
 
Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain.  Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di  suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan  dengan janji bertemu langsung.
 
Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan  diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang  kesetiaan dan seterusnya.
 
Padahal cinta itu adalah memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa  pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.
 
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.